Selamat Datang, Koas Menjelang!

Alhamdulillah. Sudah tiga setengah tahun sejak pertama kali menginjakan kaki di tanah rantau. Tiga setengah. Hukum yang selalu berlaku adalah terdengar lama saat dijalani, terlihat sebentar saat menengok ke belakang. Banyak hal yang terjadi, tapi dapat disimpulkan bahwa grafik kerajinan dari tahun pertama sampai tahun terakhir jelas terlihat menurun. Salah satu contohnya ya aktivitas di blog ini. Maklum, si empunya blog kebanyakan tidur atau nonton Running Man atau tidur atau main. Plus ngga punya paket modem.

Insya Allah satu tahun ke depan akan menghabiskan masa kepaniteraan klinik di kota lainnya di Lampung, yaitu Metro. Yeah. Perasaannya sekarang adalah… afraid yet excited. Takut… karena sampai detik ini masih berjalan-jalan dengan aktivitas aklimatisasi di kota baru, tanpa buka buku, dengan otak kosong dan sangat berasa oonnya. Berasa ngga tau apa-apa. Kalo koas itu debu di bawah keset, sekarang rasanya aku adalah… larva di bawah lantai keset? Imut-imut bloon gitu lah.

Banyak yang direncanakan, hal-hal yang ingin diperbaiki dari fase preklinik kemarin. Banyak yang ingin diraih, tapi seperti yang para hadirin sekalian sudah sejak lama pahami, si pemilik tulisan ini lebih jago berorasi mengenai rencananya daripada melaksanakan rencana itu sendiri. Tipe pejabat pemerintahan yang layak disoraki dan dihujat atas perilaku motorik, sensorik, dan neurobehavioral mulutnya. Menghujat diri sendiri, ya ya.

Dan insya Allah stase pertama di dunia baru ini adalah penyakit dalam. Stase mayor yang banyak tugas dan jaga malam adalah jaminan mutu. Deg-degan. Ku harus apaa ku angong ku ngga tau apa-apa lalalala…

Harus memantapkan niat banget. Yaa walaupun ngga sekeset sekarang, ke depannya aktivitas harian jadi seorang dokter itu ya begitu lah. Harus nikmati. Senyum dan jangan angong (karena kalo udah angong mukanya ngga kontrol, alhasil bakalan diliat kaya lagi ngga mood padahal cuma angong). And what is angong by the way? Cari sendiri ya, pe-er.

Daan ini lagu lucu parah enlighting my day with a little laughter that… it’s not that scary (in the end, as usual) –> Laporan jaga malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s